info link

LEON. Powered by Blogger.

Fenomena Alam Akan Terjadi di 2011

Aug 31, 2011

Foto: Astronot NASA sedang berada di luar angkasa. (Reuters)
PADA 2011 mungkin bakal menjadi tahun yang menyenangkan bagi para pengamat langit. Sebagaimana diramalkan bakal terjadi banyak fenomena alam yang terjadi di angkasa. Data dari lembaga penerbangan dan antariksa AS (NASA) memberikan daftar prediksi fenomena alam di angkasa yang akan terjadi sepanjang 2011 sebagai berikut.


4 Januari 2011
Hujan meteor, gerhana matahari dan gerhana planet terjadi sekaligus. Hujan Meteor pertama yang terjadi di 2011 adalah Quadrantid. Hujan meteor ini mencapai puncaknya tahun ini dengan 50 sampai 100 meteor per jam. Bagi yang tinggal di wilayah Eropa, Asia Tengah dan Asia Barat, hujan meteor ini bisa disaksikan dengan baik. Lalu, pada tanggal 4 Januari juga bakal ada gerhana matahari. Bagian terbaik dari gerhana matahari ini adalah hampir 86 persen diameter dari matahari bakal tertutupi. Fenomena ini bakal bisa dilihat di wilayah Oslo, London, Paris dan Madrid.

Yang terakhir pada 4 Januari 2011 adalah sejajarnya posisi planet Jupiter dengan Uranus. Sebelumnya pernah terjadi pada tahun 1983, selanjutnya akan terjadi antara tahun 2037 dengan 2038.

15 Maret 2011
Posisi planet Merkurius dengan Jupiter akan mencapai titik terdekatnya pada tanggal ini.

Sepanjang Mei 2011
Posisi planet Merkurius, Venus, Mars dan Jupiter akan saling berdekatan jaraknya apabila dilihat dari Bumi.

1 Juni 2011
Gerhana matahari sebagian. Wilayah yang bisa melihat fenomena ini adalah di timur laut Asia dan barat laut Rusia.

15 Juni 2011
Gerhana Bulan total. Hampir seluruh wilayah timur Bumi bisa melihat fenomena alam ini.
 

13 Agustus 2011
Hujan meteor Perseid. Akan tetapi, kejadian hujan meteor Perseid ini mungkin akan tertutupi oleh cahaya bulan.

18 Oktober 2011
Hujan Meteor Draconid. Lokasi terbaik untuk melihat fenomena alam ini adalah di wilayah Asia dan Eropa Timur.

10 November 2011
Akan terjadi konjungsi antara planet mars dengan bintang Regulus dari bintang Leo, apabila dilihat dari Bumi.

25 November 2011
Gerhana matahari sebagian. Hampir 91 persen diameter matahari akan tertutupi.
 

10 Desember 2011
Gerhana Bulan Total. Wilayah yang bagus untuk melihat fenomena alam ini adalah di wilayah Laut Pasifik, Asia Tengah dan Asia Timur.

13 Desember 2011
Hujan Meteor Geminid. Hujan meteor dengan cahaya meteor yang rendah. Hujan Meteor Geminid kini masuk ke daftar sebagai hujan meteor tahunan terbaik.


Sumber : okezone

PANGGILAN ALLAH

Renung-renungkan Dan selamat beramal..

Saat itu, Dhuha, Hari terakhir aku di Masjid Nabawi untuk menuju Makah....... , aku bertanya pada
Ibu, Ibu adalah pemilik Maknah Tour Travel dimana saya bergabung untuk Umrah Di Bulan July 2007 yang lalu.

'Ibu, kataku, Ada cerita apa yang Menarik dari Umrah....? ( Maklum, ini pertama kali aku ber Umrah). Dan Ibu,
Memberikan Tausyiahnya.

Kebetulan umrahku dimulai di Madinah selama 4 Hari, baru ke Makah.
Tujuannya adalah mendapatkan saat Malam Jumat di depan Kabah.

Ibu berkata...' , * Allah hanya memanggil Kita 3 kali saja Seumur hidup*

Keningku berkerut.... ....'Sedikit sekali Allah memanggil Kita..?'

Ibu tersenyum. 'Iya, tahu tidak apa saja 3 panggilan Itu..?'
Saya menggelengkan kepala.


Panggilan pertama adalah* **Azan*, ujar Ibu.

'Itu adalah panggilan Allah yang pertama. Panggilan ini sangat jelas Terdengar di telinga Kita, sangat kuat
Terdengar. Ketika Kita sholat, sesungguhnya Kita menjawab panggilan Allah.
Tetapi Allah masih fleksibel, Dia tidak 'cepat akan sikap Kita. Kadang Kita terlambat, bahkan tidak sholat sama sekali karena malas.  Allah tidak seketika. Dia masih memberikan rahmatNya, masih memberikan
Kebahagiaan bagi umatNya, baik umatNya itu menjawab panggilan Azan-Nya atau Tidak. Allah hanya akan membalas umatNya ketika Hari Kiamat nanti'.

Saya Terpekur.... .Mata saya berkaca-kaca. Terbayang saya masih melambatkan sholat Kerana meeting lah, mengajar lah, Dan lain lain. Masya Allah.......




Panggilan yang kedua adalah Panggilan*Umrah/Haji*

Panggilan ini bersifat halus. Allah Memanggil hamba-hambaNya dengan Panggilan yang halus Dan sifatnya 'bergiliran' .
Hamba yang satu mendapatkan Kesempatan yang berbeda dengan Hamba yang lain. Jalan nya bermacam-macam. Yang tidak punya uang Menjadi punya uang, yang tidak merencanakan, ternyata akan pergi, Ada Yang memang merencanakan Dan terkabul.

Ketika Kita mengambil niat Haji / Umrah, berpakaian Ihram Dan melafazkan 'Labaik Allahuma Labaik/ Umrotan',
Sesungguhnya Kita saat itu menjawab panggilan Allah yang Ke dua.

Saat itu Kita merasa bahagia, karena panggilan Allah sudah Kita jawab, meskipun panggilan itu halus sekali.

Allah berkata, Laksanakan Haji / Umrah bagi yang mampu'.

Mata saya semakin Berkaca-kaca. ........Subhanal lah...... .saya datang Menjawab panggilan
Allah lebih cepat dari yang saya rancangkan.. ...Alhamdulill ah...





Dan Panggilan ke-3 adalah* KEMATIAN*

Panggilan yang Kita jawab dengan amal Kita. Pada kebanyakan kasus, Allah tidak Memberikan tanda tanda secara langsung, Dan Kita tidak mampu menjawab Dengan lisan Dan Gerakan. Kita hanya menjawabnya dengan amal sholeh. Karena Itu , Manfaatkan waktumu sebaik-baiknya. ..Jawablah 3 panggilan Allah Dengan Hatimu Dan sikap yang Husnul Khotimah.... .......Insya Allah  Syurga adalah Balasannya.. ...'

** Mata saya basah di dalam  Masjid Nabawi , saya sujud bertaubat pada Allah Karena kelalaian saya
Dalam menjawab panggilanNya. ....Kala itu hati saya makin yakin akan KebesaranNya, kasih sayangNya Dan dengan semangat menyala-nyala, saya mengenakan Baju Ihram Dan berniat..... ....Aku menjawab panggilan UmrahMu, ya Allah, Tuhan Semesta Alam........ **

*Huraisy*

*Pada Hari Kiamat akan keluar seekor binatang dari neraka jahanam yang Bernama 'Huraisy'
Berasal dari anak kala jengking. Besarnya Huraisy ini Dari timur hingga ke Barat. Panjangnya pula seperti jarak langit Dan bumi.

Malaikat Jibril bertanya : 'Hai Huraisy! Engkau hendak ke mana Dan siapaYang kau Cari?'
Huraisy pun menjawab, 'Aku mau mencari lima Orang.'

Pertama, orang yang meninggalkan sholatKedua, orang yang Tidak mahu keluarkan zakat.
Ketiga, orang yang durhaka kepada ibu Dan Bapaknya. Keempat, orang yang bercakap tentang dunia di dalam
Masjid. Kelima, orang yang suka minum arak.


DIKUTIP DARI BLOG SEBELAH 

Nuzulul Qur`an Malam Turunnya Al-Qur`an

Aug 21, 2011


17Ramadhan dan Malam 

Nuzulul-Qur`an 



Meskipun tidak ada nash yang mewajibkan untuk memperingati malam turunnya al-Qur`an, namun banyak umat muslimin yang memperingati malam Nuzulul- Qur`an. Sebagian besar jama-`ah masjid memperingati turunnya al-Qur`an pada malam 17 Ramadhan dengan mengadakan berbagai acara mulai dari Qira`atil Qur`an hingga ceramah agama tabligh Akbar dari para ustadz atau kiai.

Apakah ayat al-Qur`an diturunkan pertama kali pada malam 17 Ramadhan? Yang tahu pasti tentang kebenarannya, hanyalah Allah dan Nabi Muhammad SAW,sebagai Rasul yang menerima mu`jizatal-Qur`an.

Dalam menetapkan kapan ayat al-Qur`an yang pertama kali turun, terdapat perbedaan di antara para Ulama. Ada 3 pendapat terbesar di kalangan para Ulama tentang malam Nuzulul-Quran: yaitu malam 17 Ramadhan, malam 21 Ramadhan, dan malam-malam ganjil yang disebut dengan lailatul Qadar (malamkemulian).

Sementara penetapan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan di mana ayat al-Qur`an turun pertama kali, tidak ada perbedaan di antara Ulama. Hal ini berdasarkan kepada pemberitahuan dari al-Qur`an dalam surah al-Baqarah ayat 185: 
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ [البقرة/185 

“...Bulan Ramadhan, adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)”. (Q.s., al-Baqarah:185) 

Selain itu, juga dijelaskan dalam surah: al-Qadr ayat 1 dan surah ad-Dukhan 3-4 bahwa: 
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ [القدر/1 

(artinya): “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada malam al-Qadr (yang mulia)”. (Q.s.,al-Qadr: 1) 

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ (3) فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ [الدخان/3، 4 

“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan,[3]. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah”[44]. (Q.s.,ad-Dukhan:3, 4) 

Berdasarkan petunjuk nabi, yang disebut dengan malam kemuliaan (لَيْلَةِ الْقَدْرِ) dan malam keberkahan (لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ) itu terjadi pada malam-malam di bulan Ramadhan. Silahkan baca pada halaman: Tanda-Tanda Ciri Malam Lailatul Qadar.

Selain menggunakan dalil-dalil di atas, pendapat lain mengenai kapan ayat al-Qur`an pertama kali turun dengan menggunakan penafsiran dari sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Qotadah radliyallahu’anhu, bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah ditanya tentang puasa hari senin. Maka beliau menjawab,

“Pada hari inilah aku dilahirkan dan pada hari ini pula turun wahyu kepadaku.”

Hadis-hadis dengan nada sejenis dapat anda baca padah Shahih Muslim 1/368; Ahmad 5/299, Al-Baihaqi 4/286-300, Al-Hakim 2/602.

Mereka yang menggunakan dalil Hadis di atas sebagai ketetapan kapan ayat pertama turun dengan menghubungkannya dengan hari senin pengangkatan Nabi Muhammad menjadi Rasululullah SAW, yaitu senin 21 Ramadhan. Sehingga kemudian ditetapkan bahwa malam 21 Ramahan adalah malam ayat pertama turun.

Hanya kemudian pertanyaannya: Hadis di atas lebih menekankan penjelasan tentang puasa pada hari senin, hari kelahiran Nabi Muhammad, dan memaklumkan bahwa hari senin termasuk jenis hari di mana wahyu Allah turun kepada beliau. Namun tidak menetapkan jika hari senin yang dimaksud adalah tanggal tanggal 21 Ramadhan atau hari senin 21 Ramadhan.

Asumsi berikutnya: jika hadis di atas digunakan sebagai dalil ayat pertama turun, rasanya akan banyak Ulama yang akan menolak jika pada hari senin tanggal 12 Rabiul Awal adalah ayat yang pertama turun, sebab pada hari senin tersebut, adalah hari senin yang disepakati parah ulama waktu/hari Nabi Muhammad dilahirkan.

Dalam hadis di atas, jika hari senin dihubungan dengan puasa hari senin, maka berlaku umum bukan bilangan tanggal, artinya setiap hari senin sampai hari kiamat datang.

Jika hari senin dihubungkan dengan hari kelahiran Nabi Muhammad, maka hari senin yang dimaksud bersifat bilangan tanggal (yaitu senin yang disepakati Ulama ahli sejarah Nabi, yaitu 12 Rabiul Awal).

Selanjutnya, jika hari senin dihubungkan dengan hari senin turunnya al-Qur`an pertama kali, maka apakah bermakna bilangan tanggal atau tidak? Jika pun harus ditafsirkan sebagai bilangan tanggal, maka tanggal tersebut bisa saja jatuh pada selain senin 21 Ramadhan. Wallahu A`lam 

Tanda Tanda Ciri Malam Lailatul Qodar

CiriCiri Lailatul Qodar Menurut Al-Qur`an
Salah satu di antara kelebihan bulan ramadhan adalah adanya suatu malam yang yang disebut dengan malam Lailatul Qodar. Pada malam ini seperti dideskripsikan dalam al-Qur`an surah al Qodr bahwa para malaikat dan Jibril a.s mendapatkan izin dari Allah turun ke bumi untuk mengatur segala urusan.
تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ ﴿٤﴾
سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ﴿٥

Artinya : ”Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qodr : 4 – 5)

Dalam surah lain, Allah memberikan gambaran tentang Lailatul Qodar dengan sebutan malam yang diberkahi Allah
لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ seperti berikut ini:
انَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ ﴿٣﴾
فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ ﴿٤﴾
أَمْرًا مِّنْ عِندِنَا إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ ﴿٥

Artinya : ”Sesungguhnya kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi kami. Sesungguhnya kami adalah yang mengutus rasul-rasul.” (QS. Ad Dukhan : 3 – 5)

Menurut penjelasan Al Qurthubi, bahwa pada malam itu pula para malaikat turun dari setiap langit dan dari sidrotul muntaha ke bumi dan mengaminkan doa-doa yang diucapkan manusia hingga terbit fajar. Para malaikat dan jibril as turun dengan membawa rahmat atas perintah Allah swt juga membawa setiap urusan yang telah ditentukan dan ditetapkan Allah di tahun itu hingga yang akan datang.

Tanda-TandaMalamLailatulQodarMenurutHadits
Selain penjelasan menurut al-Qur`an, kita juga dapat mengetahui tanda-tanda Lailatul Qodar melalui penjelasan Hadis Rasulullah. Beberapa di antaranya seperti terdapat di bawah ini:
  1. Sabda Rasulullah saw,”Lailatul qodr adalah malam yang cerah, tidak panas dan tidak dingin, matahari pada hari itu bersinar kemerahan lemah.” Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah yang dishahihkan oleh Al Bani.
  2. Sabda Rasulullah saw,”Sesungguhnya aku diperlihatkan lailatul qodr lalu aku dilupakan, ia ada di sepuluh malam terakhir. Malam itu cerah, tidak panas dan tidak dingin bagaikan bulan menyingkap bintang-bintang. Tidaklah keluar setannya hingga terbit fajarnya.” (HR. Ibnu Hibban)
  3. Rasulullah saw bersabda,”Sesungguhnya para malaikat pada malam itu lebih banyak turun ke bumi dari pada jumlah pepasiran.” (HR. Ibnu Khuzaimah yang sanadnya dihasankan oleh Al Bani)
  4. Rasulullah saw berabda,”Tandanya adalah matahari terbit pada pagi harinya cerah tanpa sinar.” (HR. Muslim)
  5. Sabda Rasulullah saw,”Carilah dia (lailatul qodr) pada sepuluh malam terakhir di malam-malam ganjil.” (HR. Bukhori Muslim)
  6. Dari Abu Said bahwa Nabi saw menemui mereka pada pagi kedua puluh, lalu beliau berkhotbah. Dalam khutbahnya beliau saw bersabda,”Sungguh aku diperlihatkan Lailatul qodr, kemudian aku dilupakan—atau lupa—maka carilah ia di sepuluh malam terakhir, pada malam-malam ganjil.” (Muttafaq Alaihi)
  7. Diriwayatkan oleh Bukhori Muslim dari Ibnu Umar bahwa beberapa orang dari sahabat Rasulullah saw bermimpi tentang Lailatul Qodr di tujuh malam terakhir. Menanggapi mimpi itu, Rasulullah saw bersabda,”Aku melihat mimpi kalian bertemu pada tujuh malam terakhir. Karena itu barangsiapa hendak mencarinya maka hendaklah ia mencari pada tujuh malam terakhir.”
  8. Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw bersabda,”Carilah ia di sepuluh malam terakhir. Jika salah seorang kalian lemah atau tdak mampu maka janganlah ia dikalahkan di tujuh malam terakhir.” (HR. Muslim, Ahmad dan Ath Thayalisi)

Pertanyaannya kemudian, Malam lailatul Qodar atau tanda-tanda lailatul qodar di atas apakah berlaku untuk semua orang atau hanya dapat dilihat atau dirasakan orang-orang tertentu saja.

Contoh pada hadis nomor 3, tidak semua orang mempunyai kepekaan dan ketajaman indra dapat melihat 1 malaikat saja apalagi ribuan malaikat. Jadi jika si A tidak melihat malaikat pada malam tersebut, maka si A (ustaz yang ngaji tiap malam) tidak mendapatkan keberkahan lailatul qodar pada malam tersebut, sebaliknya Si B (tukang ojek malam) yang kebetulan melihat Malaikat turun telah mendapatkan keberkahan lailatul Qodar.

Contoh lain menurut hadis nomor 1, suatu malam ramadhan si A merasa panas dan si B merasa dingin dan si C merasa panas dingin. Maka baik A, B, dan C mungkin tidak sedang berada pada waktu malam lailatul Qodar.

Kesimpulannya, malam lailatul qodar adalam malam rahasia Allah untuk para hambanya yang mendapatkan keberkahan dan tentu saja jika puasa anda saja tidak sempurna, sholat malam tarawih juga tidak dilaksanakan, tidak pernah baca qur`an, maka sangat tipis kesempatan anda untuk mendapatkan keberkahan ramadhan.WallahuA`lam

Inilah wahai saudaraku muslim, ayat-ayat Qur’aniyah dan hadits-hadits Nabawiyyah yang shahih yang menjelaskan tentang malam Lailatul Qadar.



1. Keutamaan Malam Lailatul Qadar
Cukuplah untuk mengetahui tingginya kedudukan Lailatul Qadar dengan mengetahui bahwasanya malam itu lebih baik dari seribu bulan, Allah berfirman (yang artinya),[1] Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan. [2] Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? [3] Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. [4] Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. [5] Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. [QS Al Qadar: 1 - 5]
2. Waktunya
Pendapat yang paling kuat, terjadinya malam Lailatul Qadr itu pada malam terakhir bulan Ramadhan, berdasarkan hadits ‘Aisyah radiyallahu ‘anha, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dan beliau bersabda, (yang artinya) “Carilah malam Lailatur Qadar di (malam ganjil) pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR Bukhari 4/255 dan Muslim 1169)
Jika seseorang merasa lemah atau tidak mampu, janganlah sampai terluput dari tujuh hari terakhir, karena riwayat Ibnu Umar (dia berkata): Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Carilah di sepuluh hari terakhir, jika tidak mampu maka jangan sampai terluput tujuh hari sisanya.” (HR Bukhari 4/221 dan Muslim 1165).
Kesimpulannya, jika seseorang muslim mencari malam Lailatul Qadar, carilah pada malam ganjil sepuluh hari terakhir, 21, 23, 25, 27 dan 29. Kalau lemah dan tidak mampu mencari ppada sepuluh hari terakhir, maka carilah pada malam ganjil tujuh hari terakhir yaitu 25, 27 dan 29. Wallahu a’lam.
3. Bagaimana Mencari Malam Lailatul Qadar
Sesungguhnya malam yang diberkahi ini, barangsiapa yang diharamkan untuk mendapatkannya, maka sungguh telah diharamkan seluruh kebaikan (baginya). Dan tidaklah diharamkan kebaikan itu, melainkan (bagi) orang yang diharamkan (untuk mendapatkannya). Oleh karena itu, dianjurkan bagi muslimin (agar) bersemangat dalam berbuat ketaatan kepada Allah untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahalaNya yang besar, jika (telah) berbuat demikian (maka) akan diampuni Allah dosa-dosanya yang telah lalu. (HR Bukhari 4/217 dan Muslim 759).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Barangsiapa berdiri (shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari 4/217 dan Muslim 759)
<Disunnahkan untuk memperbanyak do’a pada malam tersebut. Telah diriwayatkan dari sayyidah ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, (dia) berkata, "Aku bertanya, Ya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, apa pendapatmu jika aku tahu kapan malam Lailatul Qadar (terjadi), apa yang harus aku ucapkan?" Beliau menjawab, "Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii. Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan mencintai orang yang meminta ampunan, maka ampunilah aku." (HR Tirmidzi (3760), Ibnu Majah (3850), dari Aisyah, sanadnya shahih.
Saudaraku -semoga Allah memberkahimu dan memberi taufiq kepadamu untuk mentaatiNya – engkau telah mengetahui bagaimana keadaan malam Lailatul Qadar (dan keutamaannya) maka bangunlah (untuk menegakkan sholat) pada sepuluh malam hari terakhir.
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila masuk pada sepuluh hari (terakhir bulan Ramadhan), beliau mengencangkan kainnya (menjauhi wanita yaitu istri-istrinya karena ibadah, menyingsingkan badan untuk mencari Lailatul Qadar), menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya.” (HR Bukhari 4/233 dan Muslim 1174).
Juga dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, (dia berkata), “Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersungguh-sungguh (beribadah apabila telah masuk) malam kesepuluh (terakhir), yang tidak pernah beliau lakukan pada malam-malam lainnya.” (HR Muslim 1174).
4. Tanda-tandanya
Ketahuilah hamba yang taat -mudah-mudahan Allah menguatkanmu dengan ruh dariNya dan membantu dengan pertolonganNya- sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan paginya malam Lailatul Qadar agar seorang muslim mengetahuinya.
Dari Ubay radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Pagi hari malam Lailatul Qadar, matahari terbit tanpa sinar menyilaukan, seperti bejana hingga meninggi.” (HR Muslim 762).
Dari Abu Hurairah, ia berkata: Kami menyebutkan malam Lailatul Qadar di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda (yang artinya), “Siapa di antara kalian yang ingat ketika terbit bulan, seperti syiqi jafnah.” (HR Muslim 1170. Perkataannya “Syiqi Jafnah”, syiq artinya setengah, jafnah artinya bejana. Al Qadli ‘Iyadh berkata, “Dalam hadits ini ada isyarat bahwa malam Lailatul Qadar hanya terjadi di akhir bulan, karena bulan tidak akan seperti demikian ketika terbit kecuali di akhir-akhir bulan.”)
Dan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “(Malam) Lailatul Qadar adalah malam yang indah, cerah, tidak panas dan tidak juga dingin, (dan) keesokan harinya cahaya sinar mataharinya melemah kemerah-merahan.” (HR Thayalisi (349), Ibnu Khuzaimah (3/231), Bazzar (1/486), sanadnya hasan).
Sumber: www.salafy.or.id
 

Followers

Labels

Total Pageviews